mitos bulan suro

Mitos Bulan Suro, Dilarang Menikah hingga Bepergian Jauh

Mitos Bulan Suro, Dilarang Menikah hingga Bepergian Jauh – Bulan Muharram bagi masyarakat Jawa dikenal sebagai bulan Suro. Dan oleh beberapa kalangan masyarakat Jawa, bulan Suro dianggap sebagai satu bulan yang dikeramatkan.

Suro merupakan satu diantara bulan dalam penanggalan Jawa yang diciptakan oleh Sultan Agung, raja Mataram pada abad ke 16 M, berdasarkan kalender Hijriah.

Malam 1 suro bahkan dipercaya bernuansa mistis. Konon para makhluk astral banyak yang berkeliaran pada malam 1 suro. Sehingga pada malam 1 suro sering dilakukan berbagai ritual, seperti penjamasan pusaka, mandi kembang, tapa bisu, dll.

Selain ritual-ritual tersebut, bulan Suro juga dipercaya tak diperbolehkan melakukan beberapa hal karena diyakini membawa sial. Beberapa mitos bulan Suro yang dipercaya adalah pantangan melaksanakan pernikahan, pindah rumah, hajatan, dan bepergian jauh.

Mitos bulan suro ini jika dilakukan pantangan tersebut maka akan bernasib buruk. Misalnya jika tetap menikah, kelak rumah tangganya akan tidak harmonis atau kesulitan dalam satu hal seperti ekonomi, atau memperoleh keturunan.

Sebenarnya, jika anda tidak bisa menghindari pantangan-pantangan tersebut atau terpaksa harus tetap melaksanakannya pun tidak masalah. Sebab sebuah takdir adalah atas kehendak Allah SWT.

Dan jika anda merasakan kesialan dalam satu dua hal atas sesuatupun masih bisa diatasi dengan ruwatan. Sebuah cara untuk menghapus sengkala, nasib buruk, kesialan, dan mendatangkan kesuksesan, keberuntungan melalui mandi air garam yang sudah didoakan.